Profil Madrasah Aliyah Salafiyah Simbangkulon
Kata Pengantar
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Kami panjatkan puji syukur kehadirat
Allah SWT, atas berkah dan rahmatNya sehingga kami bisa menyusun buku kecilyang
kami sebut PROFIL MADRASAH ALIYAH SALAFIYAH SIMBANGKULON.
Buku Profil ini kami susun agar bisa memberikan
gambaran sekilas tentang sejarah berdirinya, latar belakang serta visi dan misi
yang telah di canangkan oleh Yayasan.
Ada tiga visi dan misi yang selalu
diperjuangkan. Visi dan misi tersebut bermuara pada pembentukan manusia yang
berakhlakul karimah. Membentuk manusia yang sholeh dan akrom (mulia) sekaligus
membekali siswa dan siswi dengan
ketrampilan yang memadai. Dengan demikian diharapkan mutakhorrijin
(lulusan) bisa survive dalam kehidupan
yang penuh competitif ini.
Setelah membaca buku ini diharapkan
para pembaca dapat menyumbangkan ide-ide kreatifnya demi terwujudnya visi dan
misi sebagaimana kami sebutkan diatas. Demikian pula kami menyadari bahwa dalam
perjalanan pengelolaan Madrasah selama ini masih banyak kekurangan, maka untuk
itu saran dan kritik para pembaca sangat diharapkan demi perbaikan dimasa yang
akan datang.
Semoga buku ini bermanfaat dan
memenuhi fungsinya dalam rangka menunjang usaha tercapainya tujuan pendidikan
di Madrasah Aliyah Salafiyah Simbangkulon.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Pekalongan, Juli 2013
Kepala Madrasah
Drs. H. MUSLIKH.
M.S.I
NIP.-![]() |
| Gedung MAS Simbangkulon Putra |
P R O F I L
MADRASAH
ALIYAH SALAFIYAH ( MAS ) SIMBANGKULON
BUARAN PEKALONGAN
A. Pendahuluan
Madrasah Aliyah Salafiyah Simbangkulon Buaran Pekalongan,
adalah sebuah lembaga pendidikan formal di lingkungan Yayasan Salafiyah
Simbangkulon Buaran Pekalongan yang didirikan dengan biaya swadaya masyarakat,
sehingga sejak awal sistem pengelolaan pendidikan yang ada pada Madrasah Aliyah
Salafiyah senantiasa berpihak pada arti pelayanan hajat masyarakat.
Karena
itu, pengembangan Madrasah Aliyah Salafiyah amat tergantung kepada peran serta
masyarakat setempat, baik pengembangan yang berkaitan dengan pengadaan bangunan
fisik maupun tekhnik pengelolaan pendidikan dan pembelajaran.
Keikutsertaan
mayarakat secara optimal menjadikan Madrasah Aliyah Salafiyah selalu dipandang
memiliki nilai lebih diatas Madrasah atau sekolah lain yang setingkat, dan
sekaligus mendapat tempat dalam hati masyarakat.
B.
Latar Belakang berdirinya Madrasah Aliyah Salafiyah
Simbangkulon (MAS)
1.
Latar Belakang Secara Umum.
Sebelum menjadi sebuah lembaga formal yang berbentuk
madrasah, proses pendidikan agama berjalan dalam bentuk majlis taklim Diniyah
atau pondok pesantren yang secara khusus mendidik santri-santrinya dengan ilmu
keagamaan. Majlis taklim ini diasuh oleh para ulama setempat yang secara
langsung atau tidak langsung mempunyai pertalian erat dengan keluarga besar Pondok
Pesantren yang didirikan dan diasuh oleh Almaghfurlah KH. Amir Idris, salah seorang ulama’ besar
yang bertempat tinggal di desa Simbangkulon.
Dalam perkembangan selanjutnya oleh tokoh-tokoh agama
setempat dipandang perlu mendirikan sebuah lembaga formal dan sekaligus
dilengkapi dengan kepengurusan yang membawahi dan mengelola. Kepengurusan
terbentuk pada tahun 1955,berbarengan dengan pembangunan gedung yang pertama
yaitu Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah.
Untuk kepentingan yang lebih luas dan menyesuaikan dengan
kebijaksanaan pemerintah sekarang dipandang perlu untuk dijadikan yayasan.
Kemudian kepengurusan didaftarkan ke notaris menjadi bentuk sebuah yayasan pada tahun 1417 H
atau 1997 M.
Yayasan Salafiyah Simbangkulon hingga sekarang telah berhasil
mendirikan 5 (lima ) lembaga pendidikan formal yaitu :
a.
Raudlotul Athfal Muslimat pada tahun 1957
b.
Madrasah Ibtida’iyah Salafiyah pada tahun 1955
c.
Madrasah Tsanawiyah Salafiyah pada tahun 1963
d.
Madrasah Aliyah Salafiyah pada tahun 1971
e.
Madrasah Aliyah Keagamaan Salafiyah pada tahun 1995
Secara umum bahwa pendirian dan pembangunan madrasah
mempunyai banyak alasan yang mendasar yang tidak bisa lepas dari cirri-ciri
sebagai berikut :
1. Sebagai Lembaga Tafaqquh Fiddin
Sebagai
lembaga Tafaqquh Fiddin, diharapkan lahir
generasi-generasi muslim yang berakh al-karimah dan menguasai ilmu agama
yang memadai. Selanjutnya diharapkan
mampu menjawab tantangan dan persoalan-persoalan waqi’iyah yang membutuhkan
legitimasi agama, akibat perkembangan teknologi yang makin canggih.
2. Sebagai Lembaga Pertahanan Faham Ahlussunah
Wal Jama’ah.
Sebagai
lembaga pertahanan faham Ahlussunah Wal Jama’ah dimaksudkan mampu
mempertahankan dan melestarikan faham Ahlussunah Wal Jama’ah, dengan upaya
menanamkan dan mendoktrin ajaran-ajaran agama yang berwawasan faham Ahlussunah
Wal Jama’ah. Dengan
demikian, dapat terwujud lapis generasi yang menjunjung tinggi dan gigih
memperjuangkan faham tersebut serta menjaga kultur kehidupan kaum nahdiyin.
3. Sebagai Pencetak Sumber Daya Manusia yang Berkualitas.
Sebagai lembaga pencetak Sumber Daya Manusia, lembaga bermaksud membentuk lapis generasi yang
mempunyai kemampuan untuk merespon tantangan kehidupan, baik yang bersifat
personal maupun sosial masyarakat, pada masa mendatang yang kian kompetitif
pada segala aspek kehidupan.
Kajian-kajian ilmiah baik
teoritis praktis maupun ekstra dan non ekstra kurikuler di kedepankan secara
bersama-sama, seperti praktik ibadah, latihan ketrampilan komputer serta kegiatan-kegiatan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat.
Disamping memperoleh bekal
ilmu-ilmu pengetahuan umum yang memadai,
para siswa-siswi juga memperoleh pendidikan
ilmu-ilmu agama yang bereferensi pada kitab-kitab kuning. Sehingga
diharapkan dapat menjadi sosok insan yang berkualitas dan memiliki integritas
moral agama yang tinggi.
2. Latar Belakang Secara Khusus
Ada dua alasan yang mendasar
bagi pendirian Madrasah Aliyah Salafiyah. Pertama merupakan program jangka panjang untuk mengembangkan lembaga-lembaga
pendidikan di lingkungan Yayasan Salafiyah. Kedua pada
saat yang sama ada tuntutan masyarakat yang menghendaki pendirian Madrasah
Aliyah di lingkungan Yayasan Salafiyah. Sebab makin banyak alumni Madrasah
Tsanawiyah yang menginginkan melanjutkan belajar ke Madrasah Aliyah atau ke
sekolah lanjutan berikutnya. Namun pada saat itu mereka tidak menemukan
Madrasah atau sekolah yang memiliki relevansi dengan prinsip-prinsip pendidikan
dasar ilmu pengetahuan yang mereka
peroleh di Madrasah Tsanawiyah Salafiyah, khususnya pada disiplin ilmu
keagamaan yang bersumber pada kitab-kitab kuning. Oleh karena itu pada tanggal
1 Januari 1971 didirikanlah Madrasah Menengah Atas Salafiyah dengan Sk.
Departemen Agama RI Perwakilan Prop. Jawa Tengah. Kemudian pada tanggal 1 Maret
1978 berubah nama menjadi Madrasah Aliyah Salafiyah dengan nomor piagam
madrasah dari Departemen Agama Republik Indonesia : Lk/3c/24/Pgm/MA/79. Pada
mulanya hanya ada program Agama dan IPS.
Kemudian pada tahun 1995 ditambah dengan program IPA. Dan terakhir pada tahun 2000 M program Agama dihapus
diganti menjadi Madrasah Aliyah Keagamaan
( MAK ).
Madrasah Aliyah Salafiyah
sampai saat sekarang selalu melakukan pembenahan yang mengarah pada upaya
pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan. Peningkatan tersebut telah berhasil. Sedang
Indikatornya adalah sebagai berikut :
1. Keberhasilan siswa-siswinya
dalam pencapaian prestasi yang memuaskan pada
saat mengikuti ujian nasional ( UN )
2. Adanya peningkatan animo
pendaftaran siswa dari tahun ke tahun.
3. Pada tahun 2006
Madrasah Aliyah Salafiyah berhasil memperoleh status Terakreditasi A dengan Nomor . Kw.11.4/4/PP.03.2/625.26.02/2006, An Direktur Jenderal Pembinaan Perguruan
Agama Islam. Diteruskan
pada tanggal 9 Nopember 2010 kembali memperoleh akreditasi A berlaku sampai
dengan tahun 2015/2016 dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah dengan nomor;
Ma.005304.
4. Adanya peningkatan alumni Madrasah mendapatkan beasiswa untuk belajar di Timur
Tengah maupun di perguruan tinggi di Indonesia.
C. Visi dan Misi Madrasah Aliyah Salafiyah
Madrasah
Aliyah Salafiyah memiliki visi dan misi yang sejalan dengan orientasi nilai-nilai
perjuangan pondok pesantren dan
kepentingan masyarakat muslim secara luas.
VISI
Membangun insan Sholeh dan Akrom, berilmu, beramal
dan berakhlak mulia.
MISI
1. Membangun
kualitas perilaku keberagamaan
ala Ahlussunnah wa al-jama’ah
2. Kompeten dalam ilmu
Agama dan ilmu umum
3. Terampil dan aktif berbahasa Arab dan
Inggris


Tidak ada komentar:
Posting Komentar